Minggu, 02 Oktober 2011

2013 Seluruh SMA Bebas SPP

JAKARTA -  Mulai 2013 men­datang, para siswa sekolah me­nengah atas (SMA) tidak lagi di­pungut biaya SPP. Sebagai ganti sumber pendanaannya, pemerintah telah menyiapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA.Men­teri Pendidikan Nasio­nal (Mendiknas) M Nuh me­ngata­kan, kebijakan itu karena masalah wajib belajar sembilan ta­hun (Wajar 9 Tahun) di tahun 2012 diprediksikan sudah ber­jalan lancar, sehingga pe­me­rintah akan mulai fokus pada Wajar 12 Tahun.“Sekarang ini kan insya Allah urusan-urusan dasar yang ber­kaitan dengan pendidikan dasar SD-SMP bisa selesai lah. Itu yang pertama, yang ter­kait dengan peserta didik. Kemarin itu biaya operasional kan masih belum cukup. BOS juga  meng-cover 70-80 persen. Nah, 2012 kan su­dah dinaikkan sekitar 30-40 persen untuk SD dan SMP. Oleh karena itu, di tahun 2012 kita mulai fokus di jenjang yang lebih tinggi, yakni rin­tisan BOS untuk SMA, dan 2013 dipastikan BOS SMA su­dah berjalan sepenuhnya” terang Nuh ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (26/9) sore.Di dalam rencana Wajar 12 Tahun itu, lanjut Nuh, setidak­nya ada beberapa kebutuhan yang harus dipersiapkan. Per­tama, terkait peserta didik. Me­nurutnya, masalah peserta didik itu yang paling berat dan menjadi persoalan adalah ma­salah pembiayaan. Oleh ka­rena itu, pemerintah akan menyiapkan anggaran Rintisan Wa­jar 12 Tahun meskipun be­­lum disetujui dan harus dikonsul­tasikan dengan DPR.
”Tahun 2012 nanti masih rin­tisan dulu, karena kita ma­sih konsentrasi dengan ma­salah pendidikan dasar dulu. Begitu nanti program pendidikan dasar selesai di ta­hun 2012 maka harapannya di tahun 2013, Wajar 12 Ta­hun rintisannya sudah bisa se­lesai. Kita harapkan begitu. Ja­di intinya yang menonjol ada­lah masalah pembiayaan,” jelasnya.
Kedua, imbuhnya, jika ang­ka partisipasi kasar (APK) anak-anak lulusan SMP saat ini hanya 70 persen dan 30 persen tidak melanjutkan ke SMA maka untuk menaikkan minimal 10 persen atau sekitar  900 ribu perserta didik baru, berarti harus ada penambahan ruang kelas. “Sehingga nanti di tahun 2013 yang harus dilaku­kan adalah penambahan ka­pa­sitas SMA maupun SMK. Sekaligus juga ini nanti tidak hanya menambah kapasitas saja, tetapi juga memperbaiki atau proporsi SMA dan SMK,” terangnya.Mantan Menkominfo ini ber­­­cita-cita di setiap ke­ca­ma­t­an harus ada SMA dan SMK Ne­geri baru. Nuh me­nyebut­kan, di Indonesia ada sekitar 7200 kecamatan. “Tapi bukan berarti saat ini di kecamatan-ke­camatan belum ada SMA/SMK. Sudah ada, tapi kan di daerah-daerah tertentu belum ada. Intinya targetnya nanti di tingkat kecamatan harus ada minimal SMA/SMK. Sekaligus juga, ruang yang kita bangun ada standarnya dan tidak hanya ru­ang yang kita bangun untuk belajar. Ini sudah desain dan pendekatan baru. Sehingga ke depan itu genius. Sekolah itu enak. Kan yang nanti sekolah anak sampeyan juga. Demikian juga untuk guru dan lainnya,” paparnya. (jpnn/lse)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes